Jalan Lain Moh. Fuad Salim Memilih Prestasi

Fuad Salim memilih jalan yang tidak lazim. Tidak seperti kawan-kawan seperjuangannya yang sukses mendapatkan prestasi di bidang khitabah dan munadzarah ilmiah, Moh. Fuad Salim memilih mengembangkan diri di bidang kitabah. Bagi Moh. Fuad Salim kesulitan adalah proses yang harus diapresiasi. “Jalan yang tidak lazim memang sulit, tapi ia harus dinikmati,” ungkapnya.

Moh. Fuad Salim memilih bidang kitabah bukan sekedar mencari jalan lain, tetapi memang dirinya menyenangi dunia menulis. “Saya senang menulis, bahasa Arab sebagai jalan belajar menduniakan tulisan saya,” jelas Fuad sambil menunjukkan sertifikat juara III Insya’ tingkat nasional di UIN Antasari Banjarmasin.

Mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan ini, mulai belajar Insya’  semenjak duduk di bangku kelas V TMI Al-Amien Prenduan. Pilihan itu menurutnya dikarenakan dua faktor. “Pertama, waktu itu santri lebih memilih keterampilan berbicara (pidato dan debat) sehingga peluang saya bukan di pidato. Kedua, hobi saya memang menulis, sehingga saya akan lebih mudah menikmati tantangannya.”

Hobi yang ditekuni Fuad lambat laun menjadi prestasi. Tahun 2017, ia berhasil meraih prestasi sebagai juara I dalam lomba esai bahasa Arab (insya’) pada event GAZA V yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Di event GAZA VI, dirinya berhasil meraih juara harapan I. Juara 2 Lomba Insya pada event Festival Budaya dan Bahasa (FBB) 2019 yang diadakan oleh UIN Sunan Kalijaga, Essay Arab Terbaik di UIN Sunan Gunung Jati  tahun 2021,  juara 2 Lomba Insya pada event Festival Budaya dan Bahasa (FBB) 2021 yang diadakan oleh UIN Sunan Kalijaga.

“Banyak ustadz yang berperan membimbing kami, seperti Kiai Mujammi’, Kiai Fattah Syamsudin, Ust. Hasbiyallah, Ust. Hakim, Ust. Miftah, Ust. Seif, Ust. Rowi, Ust. Kirom. Beliau-beliaulah yang membimbing kami,” jelas Fuad.

“Terapkan 4 B: beribadah, belajar, berlatih, berprestasi. Jika antum bisa menerapkan 4 hal itu, Insyaallah antum bisa menjadi anfa’uhum lin nas. Kemudian manfaatkan orang-orang hebat yang ada di pondok ini, ambil ilmunya, minta ilmunya. Karena kalau diluar, antum harus membayar sekian ratus ribu atau bahkan jutaan untuk les privat dalam mempelajari keterampilan suatu bidang.” Pesan Fuad.

Related posts

Leave a Comment