Tingkatkan Kreativitas Menulis Bersama Rumah Literasi Sumenep

Budayawan Sumenep, Syaf Anton WR kembali datang ke kampus IDIA Prenduan. Kali ini tidak sendiri. Pak Syaf datang bersama enam anggota penggerak Rumah Literasi, Jumat (27/12). Kehadiran mereka merupakan jawaban atas undangan Unit Kegiatan Mahasiswa IDIA Prenduan dalam rangka kegiatan workshop kepenulisan dengan tema “Membangun Generasi Literasi Muda”.

Kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh para mahasiswi. Seratus dua mahasiswa ikut aktif dalam kegiatan tersebut, meskipun kampus sedang dalam kondisi libur. Mewakili Rektor IDIA Prenduan, Mudir Ma’had Lil Banat KH. Moh Fikri Husein, MA, menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi acara Workshop yang telah menggandeng Rumah Literasi Sumenep. “Semoga dengan acara ini akan terlahir para penulis muda yang berbakat agar dapat memajukan dan mengembangkan kebudayaan tradisi masyarakat islam.”

Dalam kegiatan workshop ini, seluruh peserta workshop dikelompokkan atas dua genre. Yaitu kiksi dan non fiksi. Dengan pembagian tersebut, setiap kelompok dibimbing oleh mentor-mentor yang sudah direntukan oleh Syaf Anton WR sebagai pimpinan Rumah Literasi Sumenep.

Ibu Tika Suhartatik, salah satu mentor pada non fiksi menyatakan bahwa “Satu catatan lebih baik dari seribu ingatan”. Beliau mengatakan bahwa menulis itu berangkat dari niat, komitmen dan konsisten oleh karena itu, buku catatan itu wajib ada karena ide-ide itu terkadang timbul dengan tiba-tiba.

Sedangkan pemateri kedua Taufikurrohman yang memaparkan tentang menulis di media masa dalam pembawaan materinya mengatakan bahwa “Menulis itu seperti renang, yang mana menulis adalah keterampilan bukanlah pengetahuan”. Beliau juga memaparkan materi tentang teknik menulis berita, opini, resensi dan artikel. Di akhir pembawaan materi, bapak Taufikurrohman memberi semangat untuk menulis kepada seluruh peserta workshop.

Ketua pelaksana kegiatan, Qonita Hafidzah berharap agar kegiatan ini dapat memberikan semangat menulis kepada seluruh mahasiswi. Mengembangkan diri menghasilkan karya-karya yang luar biasa dan bermanfaat bagi diri, bagi kampus, dan masyarakat.

Acara workshop kemudiab diakhiri dengan pesan dan kesan dari Tim Rumah Literasi yang disampaikan oleh istri ibu Lilik Rosida Irmawati sekaligus pembagian hadiah bagi karya terbaik untuk peserta dan foto bersama.

Related posts

Leave a Comment